Sering aku marah saat engkau meminta tolong padaku disaat
aku sedang sibuk. Padahal engkau tak pernah marah saat dulu aku sering
membangunkanmu tengah malam hanya karena aku ingin minum susu.
Sering aku berpikir kalau engkau pelit, karena engkau tak pernah
memberi uang jajan lebih seperti teman-temanku yang lain. Padahal di sisi lain
engkau lebihkan uangmu untuk keperluanku.
Sering aku kesal padamu, tatkala aku tak pernah boleh
sekolah jauh-jauh. Padahal itu engkau lakukan agar engkau bisa menabung untuk
sekolahku yang lebih tinggi.
Sering aku malas ketika engkau memintaku mengajari program
komputer. Padahal itu untuk pekerjaan yang nantinya hasilnya untuk pembiayaan
hidupku.
Sering aku jengkel saat engkau memintaku mengganti kartu
perdanaku. Padahal itu engkau lakukan agar engkau lebih mudah berkomunikasi
denganku.
Sering aku sedih saat aku meminta hadiah tiap kali aku
mendapat juara kelas, sementara teman-temanku selalu mendapatkan hadiah walau
peringkatnya di bawahku. Padahal di balik itu sebenarnya engkau telah siapkan
hadiah untuk masa depanku.
Sering aku diam tak menjawab pertanyaanmu saat aku sedang
marah. Padahal dulu saat aku masih kecil engkau senantiasa menjawab semua
pertanyaan anehku walau engkau lelah.
Sering aku komplen saat cucian serumah numpuk dan aku yang
harus mengerjakannya. Padahal sejak dulu baju yang aku kenakan selalu engkau
yang menyiapkan.
Sering aku ngambek karena engkau selalu memintaku
mengantarkan ke pasar yang sebenarnya bisa engkau tempuh sendiri. Padahal aku
tau engkau membelikanku motor untuk mempermudah perjalananku.
Sering aku bersuara keras padamu dengan nada kesal saat kau
meminta aku mengulang perkataanku- Padahal aku tau dulu engkau dengan sabar
mengajariku mengeja kata demi kata.
Sering aku kesal saat aku meminta ganti HP namun tak engkau
hiraukan. Padahal disisi lain engkau tak pernah bilang tidak saat aku minta
beli buku sekolah.
Sering aku berpikir engkau terlalu over protektif padaku
karena engkau tak pernah mengijinkanku keluar malam seperti teman-teman yang lain.
Padahal aku tau engkau hanya ingin melindungiku dari pengaruh luar yang tidak
baik.
Sekarang baru aku sadari..
setiap aku meminta dikirimkan uang untuk biaya hidup,
registrasi kuliah, uang jajan, engkau selalu menjawab “IYA”, tak peduli
sebenarnya ada atau tidak.
setiap aku ijin pergi main bersama teman-temanku engkau
selalu mengijinkan hingga temanku iri, padahal dulu aku yang iri pada
teman-temanku karena tak sekalipun diijinkan keluar main.
setiap aku pulang engkau selalu membebaskanku dari segala tugas
rumah yeng dulu rutin aku kerjakan.
setiap aku akan berangkat engkau selalu siapkan makanan
untuku dan teman-temanku.
Ternyata semua yang engkau lakukan , semua aturan yang
engkau jalankan padaku itu semata-mata untuk kebaikanku. Untuk membimbingku menjadi
wanita dewasa yang baik seperti kalian.
Terimakasih IBU, terimakasi BAPAK. Engkau selalu usahakan
yang terbaik untukku. Semoga kelak aku bisa membalas jasa-jasa kalian meski tak
sebanding dengan yang telah kalian berikan untukku. Suatu saat aku akan MEMBAHAGIAKAN
& MEMBANGGAKAN kalian. Insya Allah.
Bismillah.. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar